Welcome

***SELAMAT DATANG DI PPDI KOTA SERANG***

TERKINI

WAFATNYA SYEKH ASTARI BIN MAULANA ISHAQ

            Setelah perjalanan yang cukup panjang dalam kehidupan yang penuh keindahan, Syekh Astari bin Maulana Ishaq kembali ke hadirat Al Rafiiq Al-a’la pada hari jum’at jam 05 subuh  taggal 28 Dzulqo’dah berbarengan dengan 24 juli tahun 1987 dalam usia 99 tahun.
            Sebelum meninggal KH. Maujud pada jam 04 subuh bertanya kepada  Syekh Astari dalam bahasa jawa: “Bah, isun ayun diwasiati napa?” (Ayah, saya mau diwasiati apa?). kemudian syekh astari mengatakan:”Siramah kan wis diwasiati nang abah sing dinginkah!” (Kamu kan sudah Ayah wasiati yang dulu itu). KH Maujud berusaha mengingat-ingat apa yang pernah Syekh astari wasiatkan. Akhirnya Syekh Astari mengingatkan bahwa yang ia wasiatkan adalah ayat:
فإن الله لغني عن العالمين

Dibaca sebelas kali setiap setelah solat lima waktu.






TAMAT

UANG BARU SYEKH ASTARI

            Semasa hidup Syekh Astari beliau sering membikin coretan dikertas untuk para tamu yang mendatangi beliau. Beliau menyebut coretan kertas ini dengan uang baru. Di dalamnya terdapat coretan berupa hurup-hurup dan angka-angka serta beberapa kalimat.
            Setelah wafatnya beliau uang baru ini banyak dicari orang. Beberapa keramat uang baru ini dirasakan oleh masyarakat karena uang baru ini di tulis oleh seorang waliyullah.
            Ketika penulis berangkat haji banyak para jamaah yang memfoto copy uang baru Syekh Astari ini untuk diletakan dalam koper haji. Kata penulis kepada mereka walaupun memang uang baru ini diberikan keramat oleh Allah, tapi kalau hanya fotocopy mungkin tidak akan manjur.

            Setelah sampai bandara Jeddah, semua koper para jamaah yang ada fotocopy uang baru Syekh astari ini selamat tidak mendapat pemeriksaan dari petugas bandara, sedangkan koper penulis sampai dua kali dibongkar.